Resensi Film-Bhayu MH

The Hobbit: The Desolation of Smaug

Year : 2013 Director : Peter Jackson Running Time : 161 minutes Genre : , , , , , , ,
Movie review score
5/5

Inilah lanjutan film serial The Hobbit yang ditunggu-tunggu hampir satu tahun sejak peluncuran pendahulunya, The Hobbit: An Unexpected Journey (2012). Tentu, agar terjalin nuansa kesinambungan dan mengerti lebih baik jalan ceritanya, sangat disarankan Anda menonton lebih dulu seri pertama dari trilogy film ini.

Saya merasakan nuansa yang amat mirip dengan film Harry Potter saat menyaksikan film ini. Memang, decalogy film Harry Potter dibuat lebih dulu. Tapi harus diingat, novel sumber film ini yaitu The Hobbit justru jauh lebih dulu daripada Harry PotterThe Hobbit karya J.R.R. Tolkien diterbitkan tahun 1937. Sedangkan buku pertama Harry Potter karya J.K. Rowling baru diterbitkan pada tahun 1997. Jadi, The Hobbit 60 tahun lebih awal.

Dibuka dengan suasana di Desa Bree, pinggiran Shire yang berada di wilayah pemukiman Hobbit. Tampak ada sesosok pria dengan busana penjelajah menyandang pedang di punggung berjalan masuk ke bar bernama Prancing Pony. Perawakannya lebih tinggi dari rata-rata penduduk desa itu. Berarti, dia bukan seorang Hobbit. Bila sudah menyaksikan film sekuel sebelumnya, akan langsung tahu dia adalah Thorin Oakenshield. Dialah pewaris tahta kerajaan Erebor, negeri dwarf terhebat. Bila dibandingkan, hampir pasti Tolkiens terinspirasi suasana Desa Bree saat menggambarkan suasana Diagon Alley.

Oh ya, bila mengingat jalan cerita film sebelumnya, berarti film ini bagian awalnya adalah prekuel. Karena adegan pembukanya dikisahkan Thorin berkenalan dengan Gandalf di bar tersebut. Berarti, ia belum bertemu dengan 12 ksatria Dwarf lainnya. (baca kembali resensi film serial The Hobbit sebelumnya di sini). Di bar itulah ia diyakinkan oleh Gandalf untuk bisa merebut kembali negerinya yang dikuasai oleh Smaug, naga dari utara. Tapi Thorin ragu, karena sejak kakeknya kehilangan negerinya, naga itu terus menjaga harta hasil rampasannya. Dan usia naga jelas lebih panjang dari manusia termasuk dwarf. Gandalf memintanya menyatukan 7 negeri dwarf, dan untuk itu Thorin perlu hak untuk memerintah sebagai “King Under the Mountain”. Satu-satunya tanda kekuasaan untuk melakukannya adalah dengan “Arkenstone”, batu mulia amat langka yang digali di perut Bumi. Celakanya, batu itu kini tenggelam dalam tumpukan emas dan batu-batu mulia di aula utama istana Erebor yang dikuasai Smaug. Gandalf meyakinkan hal itu bisa dilakukan bila ada pencuri yang handal. Dan kelak, kita tahu dari film sebelumnya bahwa pencuri yang direkomendasikan Gandalf adalah Bilbo Baggins.

Cerita melompat lagi ke “masa kini”, melanjutkan kisah di film sebelumnya. Kita ingat bahwa rombongan 13 dwarf ditambah Gandalf dan Bilbo terus berusaha menuju ke Lonely Montain. Tujuan mereka adalah mencari pintu masuk tersembunyi ke kerajaan bawah gunung Erebor. Namun, perjalanan mereka tak mudah, terutama karena harus menghindari kejaran pasukan Orc yang dipimpin oleh Azog. Ia dendam karena tangan kirinya buntung disebabkan ditebas oleh Thorin dalam perang.

Namun, ternyata bukan hanya mereka yang memburu rombongan itu. Ada sosok lain yang lebih menyeramkan ikut mengintai. Wujudnya seperti beruang, tapi sangat besar dan bisa berdiri seperti manusia. Gandalf langsung tahu bahwa itu adalah Beorn, makhluk perubah wujud. Saat Beorn memburu mereka, Gandalf malah mengajak rombongan itu masuk ke sebuah rumah, yang ternyata malah rumah Beorn. Tapi sang “Penyihir Abu-abu” tahu, bahwa saat Azog berubah wujud kembali menjadi manusia bertubuh raksasa, ia bisa diajak bicara.

Dan benar saja, karena dendam pada bangsa orc disebabkan mereka membantai keluarganya dan bangsanya hingga hanya ia yang tersisa, Beorn bersedia membantu. Walau ia tidak menyukai bangsa dwarf yang serakah, tapi ia lebih benci kepada bangsa orc. Maka, ia pun memberikan 14 kuda poni untuk ke-13 dwarf dan Bilbo, serta kuda biasa untuk Gandalf.

Sementara mereka berada dalam perlindungan Beorn, Orc tak menyerang. Bolg anak Azog menyusul dan memberitahukan bahwa Master memanggil ayahnya ke Dol Guldur. Sesampai di sana, Master yang dijuluki Necromance memerintahkan Azog sebagai komandan pasukannya untuk mempersiapkan perang di Middle Earth. Azog lantas mengalihkan tugas memburu Thorin kepada Bolg.

Rombongan dwarf sampai di Mirkwood, sebagai jalan tercepat menuju Lonely Mountain. Namun, itu tak mudah karena hutan itu dihuni peri (elves) hutan yang kurang ramah. Rajanya bernama Thranduil, yang di kisah film sebelumnya menghindar untuk membantu Erebor saat diserang Smaug. Ketika akan memasuki hutan, Ratu Lothlórien –kerajaan elves lain yang merupakan sahabat Mithrandir –nama asli Gandalf- yaitu Galadriel memperingatkannya melalui telepati akan adanya kebangkitan kekuatan hitam yang dipimpin Necromancer. Maka, Gandalf pun berpisah dari rombongan seraya mengingatkan mereka agar tetap di jalan setapak. Ia juga meminta agar Thorin tidak masuk ke Lonely Mountain tanpa dirinya.

Di dalam Mirkwood, mereka diserang oleh gerombolan laba-laba raksasa. Ke-13 dwarf dengan cepat digulung untuk dimangsa. Bilbo yang memiliki The One Ring memakainya sehingga tidak terlihat. Tapi, secara aneh Bilbo merasakan dirinya terkoneksi dengan sesuatu kekuatan jahat. Meski berhasil membebaskan sebagian teman-teman dwarf-nya dan membunuh beberapa laba-laba, Bilbo akhirnya kewalahan juga.

Dalam keadaan terdesak oleh gerombolan laba-laba raksasa, dua orang ksatria elves datang membantu. Mereka adalah Legolas sang pangeran putra Thranduil dan Lauriel, peri wanita Komandan Penjaga Istana Elvenking. Atas perintah Legolas –yang kelak akan berperan besar dalam kisah Lord of The Ring- ketigabelas anggota rombongan Thorin dipenjara. Hal ini membuat mereka patah arang karena sesuai petunjuk Beorn, mereka seharusnya tiba di Lonely Mountain pada hari terakhir bulan Durin. Itu berarti kurang dari dua hari kemudian.

Saat di penjara, Lauriel ternyata tertarik kepada Kili. Sehingga mereka sempat berbincang akrab. Tanpa dinyana, Bilbo yang mengenakan The One Ring dan tidak tertangkap berhasil menyusup dan membebaskan teman-temannya dari penjara elves. Ia memasukkan mereka ke dalam drum anggur kosong dan menghanyutkannya ke sungai. Para penjaga elves akhirnya menyadari lolosnya tahanan mereka akibat Galion, elves pemegang kuncinya mabuk anggur. Pengejaran dilakukan di sungai, tapi saat bersamaan ternyata pasukan Orc pimpinan Bolg menyerang masuk lewat titik terlemah kerajaan Elvenking-nya Thranduil, pintu air bendungan sungai.  Dalam upaya menghalau orc yang sempat masuk, Legolas dan Tauriel membantu para dwarf dan Bilbo meloloskan diri. Satu orc berhasil ditangkap dan dibawa ke istana untuk diinterogasi.

Di sana, si orc ‘berkicau’ karena mulut besarnya. Ia mengatakan kalau Master sedang mempersiapkan perang besar untuk menguasai Middle Earth. Menyadari bahaya yang mengancam, Thranduil menyegel kerajaannya agar tidak ada yang keluar dan masuk. Ia tak mau peduli pada keselamatan bangsa lainnya. Tauriel yang kuatir pada keselamatan Kili yang terkena panah morgul yang ditembakkan orc, mencoba menyusul rombongan Thorin. Legolas yang ‘naksir’ Tauriel akhirnya menyusul, tidak mempedulikan larangan ayahnya yang menyegel kerajaan. Berdua, mereka menyusul rombongan dwarf yang menuju ke Esgaroth, kota danau pintu masuk ke Lonely Mountain.

Sementara itu, Gandalf memanggil Radagast –sang penyihir coklat- untuk membantunya. Ia meminta Radagast menyelidiki makam Nazgûl, raja manusia yang memegang salah satu dari cincin penguasa, budak dari The One Ring yang dipegang Bilbo. Ternyata, makam itu kosong karena ia dibangkitkan oleh Necromancer. Radagast kemudian diminta Gandalf untuk memberitahu Galadriel, sementara Gandalf sendiri menuju ke Dol Guldur.

Rombongan dwarf yang harus menyeberangi danau berhasil membujuk Bard, tukang perahu yang ternyata pemimpin populis rakyat kota itu untuk menyelundupkan mereka. Mereka disembunyikan di rumahnya, dan saat itulah Bilbo melihat ada busur panah dwarf di atas atap menara di kota itu. Ia lantas teringat legenda mengenai penyerangan Smaug ke Erebor. Sebelum masuk ke Erebor, Smaug lebih dulu menyerang Dale, kota di perbatasan sebagai pintu masuk ke kerajaan dwarf itu. Di sana, ada satu-satunya senjata yang bisa membunuh naga, yaitu anak panah hitam yang harus ditembakkan dari busur panah dwarf. Girion, penguasa kota itu berupaya menembakkannya ke arah Smaug. Tapi sayangnya, anak panah hitam yang amat langka itu terus meleset saat ditembakkan Girion, sehingga Smaug menghancurkan Dale dan kemudian menyerang Erebor. Dan sejak itu keturunan Girion diejek sebagai orang yang menyebabkan kehancuran Erebor. Namun, Bain anak Bard yang pemberani mengatakan kalau legenda itu tidak benar. Menurutnya, satu anak panah hitam berhasil mengenai sang naga dan melukainya. Satu kali saja tembakan anak panah hitam, niscaya bisa membunuhnya. Sayang, Girion-lah yang saat itu berupaya menembakkan anak panah hitam terakhir keburu tewas disambar api yang ditiupkan Smaug.

Para dwarf meminta senjata kepada Bard, tapi mereka tak puas karena senjata itu seadanya dan dibuat sendiri. Senjata yang bagus hanya ada di gudang senjata milik kota. Saat berusaha mencurinya, mereka sempat ditangkap sang walikota (Master of Lake-Town) Esgaroth. Namun, dibebaskan setelah Thorin yang diungkap identitasnya menjanjikan membagikan kekayaan Erebor kepada kota itu dan penduduknya. Bard memprotes keras, tapi ia malah diejek walikota karena nenek moyangnya gagal mengalahkan Smaug. Ternyata, Bard adalah keturunan Girion, penguasa terakhir Dale.

Oleh walikota, rombongan dwarf difasilitasi. Mereka diberi senjata, baju zirah dan perahu. Saat akan naik ke perahu, Thorin melarang Kili yang terluka untuk ikut. Fili dan Bofur memilih tinggal sebagai bentuk solidaritas kepada Kili. Sementara Oin yang mabuk hingga tertidur ketinggalan perahu dan mendapati ada tiga orang dwarf lain yang tidak ikut rombongan.

Saat berupaya menyembuhkan Kili di rumah Bard, mereka diserang oleh pasukan orc. Di saat kritis Legolas dan Tauriel tiba. Setelah berhasil mengusir orc, Legolas mengejar rombongan ke Lonely Mountain, sementara Tauriel memilih tinggal untuk menyembuhkan Kili. Saat itulah keduanya menyadari saling ketertarikan antara dua jenis spesies makhluk yang berbeda.

Sementara itu Gandalf tiba di Dol Guldur dan menyadari kalau reruntuhan kastil itu dilindungi mantra penyamar hitam yang kuat. Ia pun mengangkatnya agar terlihat siapa yang bersembunyi di sana. Ternyata, itu adalah markas pasukan orc pimpinan Azog. Gandalf pun diserang. Ia bahkan berduel melawan Necromancer, yang akhirnya menampakkan identitas aslinya sebagai Sauron. Tapi, Gandalf kalah dan dipenjara oleh Sauron. Ia tak berdaya melihat pasukan orc pimpinan Azog berbaris menuju Lonely Mountain.

Rombongan dwarf yang sampai di perbatasan Lonely Mountain mendapati Gandalf tak ada di sana. Maka, meski diingatkan Bilbo, Thorin memutuskan meneruskan perjalanan ke pintu masuk tanpa Gandalf. Setelah sempat putus asa karena gagal menemukan pintu yang tersembunyi di dinding batu gunung itu, akhirnya berkat kesabaran Bilbo mereka berhasil. Dengan menggunakan The One Ring, Bilbo berhasil menyelinap ke aula istana. Balin memberinya petunjuksederhana, Bilbo diminta mencari batu permata berkilauan.

Tetapi sesampai di aula, ternyata ia menghadapi lautan emas dan batu mulia, yang luasnya nggak kira-kira. Bilbo juga sempat diingatkan agar tidak membangunkan Smaug yang tertidur panjang, tapi ia ceroboh dan suaranya membuat sang naga bangun. Karena ada legenda akan adanya pencuri yang membantu dwarf mencuri Arkenstone, maka naga itu menghalangi Bilbo. Untungnya, Smaug tidak tahu yang mana Arkenstone di antara ribuan batu mulia yang ada di sana. Bilbo sempat melihat bahwa ada sisik naga yang hilang menyebabkan luka menganga. Berarti, legenda versi keluarga Bard-lah yang benar. Dan tanpa setahu mereka, Baird mengambil anak panah hitam terakhir dan berupaya mempersiapkan diri menghadapi Smaug.

Dalam upaya lari dari Smaug, Bilbo bertemu para ksatria dwarf akhirnya memutuskan masuk ke dalam untuk menolong. Mereka berupaya mengecoh Smaug dan berpikir bisa membunuhnya dengan meruntuhkan istana. Tujuannya agar sang naga terkubur oleh reruntuhan dan lautan emas dan batu berharga. Tapi, saat mereka lari dari sana, Smaug berhasil bangkit kembali dan dengan kemarahan meluap keluar dari gunung untuk menghancurkan kota terdekat yaitu kota danau Eragoth. Bilbo dan para dwarf terkejut melihat bencana besar yang diakibatkan oleh perbuatan mereka.

Bagi saya, film fantasi kolosal yang diangkat dari novel semacam ini merupakan puncak pencapaian perfilman manusia saat ini. Serial The Lord of The Ring sebagai induk cerita, serial Harry Potter juga serial Twilight masuk kategori ini. Kalau ada tandingan adalah serial superhero seperti The Avengers atau Batman. Sulit memang menilai film dengan biaya tinggi penuh teknologi seperti ini negatif. Karena segalanya digarap sangat teliti dengan kesempurnaan tinggi. Maka, tak heran kalau saya ‘terpaksa’ terus memberi nilai 5 dari 5.

A scene from New Line Cinema’s and MGM's fantasy adventure “THE HOBBIT: THE DESOLATION OF SMAUG,” a Warner Bros. Pictures release.

A scene from New Line Cinema’s and MGM’s fantasy adventure “THE HOBBIT: THE DESOLATION OF SMAUG,” a Warner Bros. Pictures release.

The Hobbit: The Desolation of Smaug on December 13, 2013 rated 5.0 of 5

Leave a Reply