Resensi Film-Bhayu MH

The Hunger Games: Mockingjay – Part 2

Year : 2015 Director : Francis Lawrence Running Time : 137 minutes Genre : , , , , , ,
Movie review score
3/5

Semua penggemar film apalagi pecinta serial franchise The Hunger Games pasti menunggu sekuel terakhirnya. Meski bukunya hanya terdiri dari trilogi, namun bagian ketiganya dipecah menjadi dua di filmnya. Ini serupa dengan pemfilman Harry Potter dimana buku ketujuhnya dipecah menjadi dua film.

Adegan awal film agak membingungkan karena langsung masuk ke cerita lanjutan tanpa cuplikan dari sekuel sebelumnya. Selama sekitar 5 menitan saya meraba-raba karena Part 1-nya (baca kembali resensinya di sini) sudah rilis setahun lalu. Dan terus-terang saya agak lupa bagian akhirnya seperti apa. Tetapi setelah itu saya mulai bisa menikmati jalan cerita film ini.

Katniss Everdeen yang berada di markas komando kelompok pemberontak di bawah tanah diajak berunding oleh Presiden Alma Coin. Ia kemudian diperlihatkan ruangan dimana Peeta Melark dirawat. Meski sudah diberikan pengertian oleh Primrose adik Katniss, tetapi Peeta tetap menganggap Katnis sebagai antek Presiden Coriolanus Snow. Demikian pula saat Katniss sendiri memasuki ruangan isolasi itu.

Melihat jatuhnya banyak korban, Katniss ingin mengorbankan diri dengan melakukan penyusupan ke The Capitol. Tujuannya untuk melakukan misi pembunuhan diam-diam terhadap Presiden Snow. Tetapi usulan itu ditolak oleh Presiden Coin.

Meski sudah dilarang, tetapi Katniss tetapi ngotot ingin terjun sendiri ke medan perang garis depan. Ia mendapatkan kesempatan menyelinap keluar dari Distrik 13 saat berlangsung pesta pernikahan Finnick Odair dan Annie Cresta. Dari Johanna Mason ia mendapatkan informasi adanya pesawat pengangkut perbekalan yang akan berangkat. Setibanya di garis depan, ternyata ia mudah dikenali dan malah dielu-elukan. Ia pun disambut oleh Gale Hawthorne yang juga mencintainya.

Kini pemberontak sudah memperoleh kemajuan cukup besar dengan mengepung ibukota. Tinggal distrik 2 yang loyalis yang bertahan, dimana di sana terdapat gudang senjata di dalam perut gunung. Pasukan pemberontak memutuskan melakukan serangan habis-habisan ke sana, tetapi dengan memberikan kesempatan kepada penduduk sipil dan tentara musuh -yang ironisnya disebut PeaceKeeper- untuk menyerah.

Dengan serangan terpadu, distrik 2 akhirnya berhasil direbut. Tetapi Katniss sempat ditembak seorang tentara loyalis. Ia yang memakai pakaian anti peluru tidak terluka, dan malah berhasil membuat sang tentara menyerah dengan beradu argumen.

Pasukan pemberontak pun terus membuat rencana untuk mengepung ibukota. Katnis dan Gale ditempatkan di “regu selebritis” berkode “Squad 451” di bawah pimpinan Boggs dengan Letnan Jackson sebagai wakilnya. Mereka seperti di sekuel film sebelumnya bertugas utama untuk membuat film propaganda, tentu dengan sang Mockingjay sebagai bintangnya. Meski tidak senang dengan hal itu, Katniss memilih mengikuti rencana karena ia sebenarnya punya tujuan lain.

Tim dibekali alat khusus bernama “The Holo” yang menunjukkan peta holografik ibukota. Di peta itu tampaklah bahwa jalanan ibukota dipenuhi dengan jebakan pembunuh yang disebut “pods”. Setelah beberapa jauh memasuki kota, Peeta Melark diantarkan kepada Squad 451 untuk bergabung meski dengan status tahanan. Ia diberi senjata kosong tanpa peluru semata sebagai propaganda kepada The Capitol bahwa pria yang jadi pasangan Katniss dalam The Hunger Games itu sudah berbalik memihak pemberontak.

Regu itu kemudian terjebak di sebuah kompleks gedung. Pods bukan menembakkan senapan mesin berat yang melukai Boggs dan Leeg 2. Peeta sempat kembali ke kondisi tercuci-otak dan kembali mencoba menyerang Katniss, menyebabkan Mitchell yang berusaha melerai malah tewas. Keadaan malah bertambah buruk karena ada gerbang yang menutup jalan keluar, sementara tumpahan tar hitam meluber membanjiri jalanan yang kini seperti kolam raksasa. Sebelum tewas, Boggs sempat memberikan mandat penggunaan “The Holo” kepada Katniss. Rombongan itu selamat setelah masuk ke dalam gedung dan naik ke lantai atas. Jackson yang merupakan wakil komandan sempat tidak terima Katniss mendapatkan mandat penggunaan “The Holo”. Katniss mengatakan ia mendapatkan tugas dari Presiden Alma Coin untuk membunuh Presiden Coriolanus Snow. Regu sempat terbelah dua sesaat, tetapi semua akhirnya sepakat mengikuti Katniss. Meninggalkan Leegs 1 dan 2 yang kembar tinggal dengan maksud menunggu pertolongan.

Untuk menghindari jebakan dari “pods”, regu itu menyusuri saluran pembuangan air bawah tanah. Di satu tempat yang sudah ditinggalkan penghuninya, mereka sempat melihat siaran televisi pemerintah yang menghancurkan bangunan yang semula merupakan tempat berlindung mereka. Si kembar Leegs 1 dan 2 sempat melakukan perlawanan, tapi kalah jumlah dan tewas saat PeaceKeepers membom bangunan yang langsung runtuh. The Capitol mempropagandakan kejadian itu sebagai tewasnya Katniss beserta seluruh anggota grup-nya.

Sialnya, mereka kemudian diserang oleh gerombolan makhluk jadi-jadian, mutant yang disebut “mutts”. Empat anggota tim tewas, yaitu Jackson, Castor, Homes, dan Finnick. Mereka terpaksa muncul kembali ke permukaan, dimana satu orang anggota lagi yaitu Messalla tewas. Untuk beristirahat, mereka lantas masuk ke butik milik Tigris, mantan penata gaya The Hunger Games. Saat itu Katnis mengatakan bahwa ia berbohong soal perintah Coin untuk membunuh Snow. Seluruh anggota regu mengaku sudah mengetahuinya tetapi tetap mendukung Katniss.

Karena terdesak, Snow menawarkan penduduk untuk mengungsi ke kompleks istananya. Hal itu membuat ribuan pengungsi mengalir dari kota. Katniss dan Gale menyamar sebagai pengungsi untuk menyusup. Di tengah-tengah kekacauan, terjadi serangan pemberontak di darat. Katniss sempat melihat adiknya berada di dekat gerbang istana. Primrose yang bertugas sebagai tim medis tengah menolong korban terluka. Tetapi tiba-tiba ada pesawat berlogo pemerintah menjatuhkan bom parasut dan menewaskan banyak pengungsi termasuk Prim. Sementara Katniss sendiri pingsan terkena ledakan.

Saat siuman, Katniss sudah berada di dalam kompleks istana The Capitol. Ia diberitahu kalau pemberontak sudah menang. Justru ledakan bom parasut yang melukai pengungsi dan anak-anak membuat pengawal istana dan Peace Keepers berbalik menentang Snow.

Akhir film agak anti-klimaks. Karena mengikuti jalan cerita di novel aslinya, maka pasca kemenangan pemberontak dengan merebut The Capitol dan menangkap Presiden Snow, terjadi semacam dilema. Karena Katniss diberikan informasi oleh Snow bahwa bom parasut itu bukan dilakukan pihaknya. Ia lantas sadar bahwa Gale pernah merancang taktik “bom kedua” sebelum penyerangan ibukota. Ia juga disadarkan bahwa sebenarnya Coin cuma ambisius menjadi presiden saja. Ia dianggap memanfaatkan Katnis sebagai Mockingjay dan menunggangi pemberontakan. Akibatnya, saat seharusnya Katnis membunuh Snow dengan panah dalam eksekusi mati, ia malah memanah Coin hingga tewas. Walau Snow tetap tewas dihakimi massa rakyat yang marah, tetapi Katnis ditahan.

Meski ia akhirnya dibebaskan dengan rekomendasi dari Plutarch Heavensbee yang suratnya diantarkan dari Haymitch, tetapi ia belumlah diampuni. Ia disarankan kembali ke Distrik 12 sebelum kemudian nantinya presiden definitif hasil Pemilu akan mengampuninya. Dari siaran televisi, diketahui kalau Commander Paylor yang memimpin pasukan lapangan pemberontak terpilih sebagai Presiden Panem yang baru.

Gale diberitakan mendapatkan promosi sebagai kapten dan mengomandani pasukan di distrik 3. Haymitch pun kembali tinggal di distrik 12. Katniss menikah dengan Peeta dan dikaruniai dua anak.

Leave a Reply