Resensi Film-Bhayu MH

The Legend of Hercules

Year : 2014 Director : Renny Harlin Running Time : 99 minutes Genre : , , , , , , ,
Movie review score
2/5

Film-film epik kepahlawanan apalagi yang bertema sejarah atau legenda selalu menarik perhatian saya. Maka, saat film ini muncul di bioskop, saya pun tertarik sekali untuk menyaksikannya.

Beberapa menit pertama film langsung masuk ke adegan pertempuran. Rupanya King Amphitryon dari Yunani sedang menginvasi negara tetangganya. Dengan pongahnya ia menantang raja negara tetangga yaitu King Galenus untuk berkelahi satu lawan satu, demi menghindari pertempuran lebih lanjut. Pemenangnya akan mengambil semuanya, termasuk kerajaan dan segala isinya. Dan sudah bisa diduga, King Amphitryon menang dengan cukup mudah.

Di depan istrinya  Queen Alcmene, King Amphitryon mengaku melakukan itu untuknya. Namun, sang istri tahu itu semata karena haus akan kekuasaan dan kekayaan. Karena itulah sang istri lantas berdo’a di kuil Hera. Sang dewi lantas memberitahukan bahwa Zeus suaminya sebagai raja dewa berhasrat padanya. Anak hasil hubungan dewa dan manusia itu akan diberi nama Hercules. Hanya ada satu orang saksi atas kedatangan sang dewi, yaitu Chiron sang penasehat spiritual yang setia.

Di malam harinya, saat sang raja sedang merayakan kemenangannya, Zeus menggauli Alcmene. Menyadari istrinya tengah bersetubuh, sang raja menghambur masuk tapi tak menemukan siapa pun. Raja terpaksa membiarkan ratu mengandung anak yang bukan anaknya. Saat ia lahir, sang raja memberi nama Alcides namun sang ibu secara rahasia memanggil anak itu Hercules sesuai kehendak dewi Hera.  Meski ia tetap diakui sebagai anak raja, namun posisinya tidak disejajarkan dengan kakaknya sang putra mahkota, Iphicles.

Kisah lantas berlanjut ke masa 20 tahun kemudian, saat Alcides sudah dewasa. Ia tengah berkuda bersama seorang putri cantik, Hebe dari Crete. Mereka saling mencintai sehingga Hebe memberi Alcides kalung batu pemberian ibunya. Mereka yang tengah berenang bersama ditemukan oleh Iphicles dan dibawa kembali ke istana oleh para penjaga.

Iphicles mengajak Alcides berkuda berdua untuk bicara. Ia menyarankan agar Alcides menjauhi Hebe, karena putri itu adalah calon istrinya. Saat tengah bicara, terdengar suara. Ternyata seekor singa Nemean yang disebut pemakan manusia dan dimitoskan tak bisa mati. Alcides berkelahi dengan singa itu dan berhasil membunuhnya. Akan tetapi, sesampai di istana, malah cerita sebaliknya yang dibualkan. Iphicles dengan membawa kepala dan kulit singa mengklaim dialah yang membunuh singa itu dan menuduh Alcides kabur sebagai pengecut.

Sang raja menyadari apa yang terjadi. Ia mengumumkan bahwa putra mahkota Iphicles akan menikahi Hebe 3 bulan penuh dari saat itu. Sementara, Alcides ditugaskan pergi dari Heliopolis ke Mesir karena disebutkan ada pemberontakan di sana. Ia dikirimkan hanya bersama 80 orang pasukan divisi ke-4 pimpinan Kapten Sotiris. Sang komandan divisi sendiri heran kenapa ia hanya diperbolehkan membawa setengah dari pasukannya. Dan begitu tahu sang pangeran kedua menemaninya, ia sadar bahwa itu misi bunuh diri dengan tujuan menyingkirkan Alcides. Sebelum Alcides pergi, Ratu Alcmene memberitahu bahwa ia adalah Hercules putra Zeus, bukan anak dari Raja Amphitryon.

Dan benar saja, di tempat tujuan pasukan Yunani dihabisi. Hingga tinggal dua orang yang tersisa yaitu Sotiris dan Alcides. Pasukan pemberontak dipimpin Kapten Tarak menemukan helm sang pangeran. Namun, saat ditanya yang mana pemiliknya, Sotiris menunjuk salah satu prajurit. Alcides sendiri saat ditanya namanya mengaku sebagai Hercules.

Keduanya lantas dijual oleh Tarak sebagai budak. Mereka dibeli oleh seorang saudagar kaya dari Sisilia dan dipaksa bertanding sebagai gladiator. Menyadari waktu pernikahan Hebe dengan Iphicles sudah dekat, mereka berdua membuat muslihat agar dibawa ke Yunani. Sementara di istana, diadakan penghormatan simbolis dengan membakar perisai, helm dan pedang milik Alcides. Sang pangeran disangka telah mati.

Ratu Alcmene mencari bantuan lagi dari Hera dengan bersembahyang di kuilnya. Saat itulah suaminya masuk da n bertanya kebenaran asal-muasal benih Alcides. Ratu Alcmene akhirnya membuka rahasia bahwa dia anak Zeus yang akan mengakhiri kekuasaan Raja Amphitryon. Sang ratu menarik belati dan berusaha membunuh raja, ia mengatakan sang raja akan hancur karena telah membunuh anak sang raja dewa. Tapi tindakan itu gagal dan sang ratu tertikam belatinya sendiri setelah dielakkan oleh raja. Chiron yang datang kemudian diberitahu kalau sang ratu bunuh diri karena sedih.

Sementara Hercules dan Sotiris berhasil memenangkan pertarungan terakhir melawan jagoan Sisilia “manusia setengah wajah” dan Humbaba. Mereka pun dibawa kembali ke Yunani oleh majikannya. Akan tetapi, karena Sotiris terluka maka ia diminta oleh Hercules agar dibebaskan. Di Yunani, Hercules melawan 6 jagoan yang belum pernah terkalahkan. Tapi cuma dalam beberapa menit, ia bisa mengalahkan mereka semua. Dan ia pun terkenal di seantero Yunani.

Chiron ditemui oleh Sotiris yang mencoba mengumpulkan kembali kekuatan. Ia diyakinkan bahwa Hercules adalah Alcides, sang pangeran yang hilang. Setelah yakin, Chiron menyelinap dan menemui Hercules untuk memberitahukan kabar menpgenai wafatnya Ratu Alcmene. Hercules bertekad menggagalkan pernikahan Hebe dengan Iphicles, sementara Sotiris dan pasukan Yunani yang setia kepadanya bertekad membela rakyat. Itu karena raja ternyata menyingkirkan mereka dan lebih mempercayai pasukan asing bayaran yang dipimpin Kapten Tarak. Ternyata pemberontakan di Mesir cuma muslihat karena pasukan pemberontaknya justru bekerja untuk raja. Dan untuk membiayai pasukan asing bayaran itu, rakyat diperas dan ditindas. Hercules, Hebe dan Sotiris dan beberapa anggota pasukannya pun kerap berkeliling desa untuk membela rakyat. Hercules dipandang sebagai “sang penyelamat”.

Saat perlawanan tengah disiapkan, Iphicles dan Tarak melacak Sotiris dan membunuh istrinya. Sotiris diancam agar menunjukkan lokasi persembunyian Hercules atau anaknya akan dibunuh. Pasukan Iphicles pun menyerbu tempat persembunyian Hercules dan berhasil menangkapnya.

Hercules pun dipajang di alun-alun Tyrins. Iphicles disuruh ayahnya membunuh Chiron dan Sotiris. Hercules pun diejek oleh Amphitryon: “Bagaimana kamu mau jadi penyelamat, sedangkan menyelamatkan diri sendiri saja tak bisa?” Di tengah keputus-asaan setelah Chiron terbunuh dan Sotiris terancam nyawanya, Hercules ingat pesan ibunya agar mau mengakui dan meminta bantuan ayah aslinya, Zeus sang raja dewa. Maka, Hercules pun berteriak memanggil Zeus. Seketika langit bergemuruh dan Hercules diberikan kekuatan hingga merobohkan tiang beton raksasa tempat ia dirantai.

Raja Amphitryon, Pangeran Iphicles dan Kapten Tarak kabur kembali ke ibukota. Sementara itu Hercules merancang pemberontakan bersama Sotiris. Pasukan mereka berhasil mendesak pasukan bayaran asing kerajaan dan di istana, ia menantang Raja Amphitryon berduel satu lawan satu. Akan tetapi, sang raja menolak dan memerintahkan pasukannya memusnahkan pasukan yang setia kepada Hercules. Karena pasukan mereka lebih sedikit jumlahnya, sempat terjadi kekuatiran. Akan tetapi, lagi-lagi Hercules meminta bantuan dari Zeus yang mengirimkan petir untuk memusnahkan pasukan musuh.

Hingga akhirnya terjadi pertarungan satu lawan satu antara Hercules dengan Amphitryon. Saat hampir menang, Iphicles muncul dengan menyandera Hebe. Sang putri malah memaksakan belati itu menancap bahunya dan menembus ke belakang hingga menewaskan Iphicles. Hercules pun kemudian mengalahkan Amphitryon dan membunuhnya dengan belati milik ibunya yang diberikan Chiron.

Cerita berakhir bahagia karena Hebe berhasil pulih dari lukanya. Hercules dan Hebe menikah dan memerintah Yunani dengan adil sehingga negeri itu makmur sejahtera. Ibarat kalimat penutup dalam fairytales : “And they lived happily ever after“.

Dongeng banget ya? Yap. Betul. Karena itulah film ini kurang mendapatkan sambutan, baik dari kritikus maupun penonton. Padahal, biayanya besar, mencapai US$ 70 juta. Tapi sejak diluncurkan 10 Januari 2014 konon belum ‘balik modal’. Melihat efek khususnya memang dahsyat. Akan tetapi akting para pemain dan jalan ceritanya memang kurang kuat. Begitu mudah ditebak seperti cerita anak kecil. Jadi, terserah Anda mau menyaksikan di bioskop saat masih tayang atau menunggu DVD-nya saja. 😀

Leave a Reply