Resensi Film-Bhayu MH

The Loft

Year : 2015 Director : Erik Van Looy Running Time : 103 minutes Genre : , , , , , ,
Movie review score
3/5

Menyaksikan film ini harus dengan hati yang tegar dan pikiran terbuka. Sebabnya, sebagai orang Indonesia banyak hal di film ini yang kurang sesuai dengan adat dan budaya kita. Penggambarannya cukup vulgar dan cenderung pada norma yang dianggap kurang layak bagi “budaya timur”. Tetapi harus diingat, ini cuma film, fiksi belaka. Dan lebih daripada itu, film adalah karya seni dan hasil kreativitas manusia yang harus dihargai.

Sebenarnya, film buatan Amerika-Belgia ini adalah buatan tahun 2011, dan direncanakan akan diluncurkan pada 29 Agustus 2014. Tetapi karena perubahan pemegang hak edar dan bentrok dengan jadwal film lain, maka diundur peluncurannya ke tanggal 30 Januari 2015. Di Indonesia film ini baru tampak edar di bioskop pada Agustus 2015. Film yang disutradarai Erik van Looy ini adalah pembuatan ulang (remake) dari film Belgia berbahasa Belanda berjudul Loft (2008) yang juga disutradarainya.

Ceritanya agak rumit, karena berupa cerita berbingkai. Walau sebenarnya berkisar pada misteri pembunuhan seorang wanita. Masalahnya, si pembunuh asli misterius karena ada lima orang yang punya akses ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Lokasi inilah yang disebut dengan “The Loft”.  Secara harfiah, terjemahan bahasa Indonesianya adalah “loteng”. Tetapi maksudnya adalah tempat atau lantai teratas di bawah atap. Di hotel, ini adalah lantai paling tinggi dan biasanya paling mewah. Sering pula disebut dengan “penthouse” yang bila dialihbahasakan menjadi “griya tawang”.

Fungsi tempat itu sebenarnya adalah “fuck place” atau tempat para lelaki pemiliknya memuaskan nafsu terlarangnya. Kenapa terlarang? Karena semuanya sudah menikah. Dan mereka bukanlah lelaki sembarangan, karena profesi mereka terhormat dan status sosial mereka tinggi. Dan pastinya kaya, karena tempat itu mahal harganya yang mereka beli secara patungan.

Profil kelima pria muda sukses itu adalah sebagai berikut:

    • Vincent Stevens (Karl Urban). Arsitek dan desainer gedung dimana “the loft” berada. Ia menikah dengan Barbara (Valerie Cruz) dan digambarkan punya anak, tetapi tidak diperlihatkan di film.
    • Luke Seacord (Wentworth Miller). Ia mengalami masalah diabetes sehingga sangat tergantung pada suntikan insulin. Menikah dengan Ellie (Elaine Cassidy). Diduga punya kelainan biseksual.
    • Dr. Chris Vanowen (James Marsden). Seorang dokter ahli kejiwaan atau psikiater. Ia adalah saudara tiri Philip Williams, dimana mereka berdua juga punya adik perempuan tiri bernama Zoe (Madison Burge). Ia menikah dengan wanita bernama Allison (Rhona Mitra), tetapi ia tertarik kepada Ann (Rachael Taylor), yang merupakan asisten pribadi anggota Kongres (semacam DPR di AS) Joel Kotkin (Ric Reitz), yang profesi sebenarnya adalah escort atau hostess alias pelacur kelas atas.
    • Marty Landry (Eric Stonestreet). Bertubuh paling gemuk yang juga beristrikan wanita gempal bernama Mimi (Kali Rocha). Suka minum dan bicara kotor tentang wanita serta tak ragu menunjukkan nafsunya di muka umum.
    • Philip Williams (Matthias Schoenaerts). Adik tiri Chris dari ibu yang sama, yang beruntung menikahi wanita cantik bernama Vicky (Margarita Levieva), putri dari seorang taipan pemilik pengembang property bernama Hiram Fry (Graham Beckel). Ia sangat melindungi Zoe, terutama karena ia sendiri kecewa pada perlakuan ayah tirinya kepada ibu kandungnya. Karena itu ia mengidap orientasi seksual BDSM.

Kelima pria itu merupakan tersangka dari pembunuhan Sarah Deakins (Isabel Lucas). Saat ditemukan, jasad telanjang Sarah berlumuran darah dengan tangan diborgol ke kepala ranjang dengan posisi telungkup. Luke-lah yang pertama kali menemukan jenazahnya dan segera menghubungi teman-teman lainnya. Lebih dramatis lagi, di sandaran kepala ranjang ditulis kalimat dalam bahasa Latin: “Fatum Nos Iungebit”. Selain itu juga ditemukan semacam surat bunuh diri di secarik kertas notes bertuliskan: “See you in the next life”.

Satu per satu ke lima pria itu diinterogasi polisi yang dipimpin oleh Detective Huggins (Kristin Lehman). Dan setiap kali setiap pria menceritakan kisahnya, film akan menunjukkan adegannya. Dari situ, penonton dibawa untuk menebak-nebak, siapakah sebenarnya pembunuhnya. Karena ternyata, empat orang sahabat itu menjebak satu orang di antara mereka: Vincent. Hal itu disebabkan Luke yang ternyata memasang kamera CCTV untuk merekam aktivitas seksual siapa pun di atas ranjang mendapati Vincent ternyata berhubungan seksual dengan semua wanita yang dekat dengan empat orang lainnya.

Dari interogasi itu kemudian terungkap latar-belakang masing-masing yang ternyata memiliki permasalahan rumah tangga. Termasuk Luke yang diduga “naksir” Vincent. Chris yang mampu berbahasa Latin juga mengungkapkan kalau tulisan di ranjang itu keliru secara tata bahasa atau gramatika. Karena itu adalah “future tense” maka seharusnya dituliskan “Fatum Nos Iunget”.

Keempat sekawan itu kemudian dibebaskan karena masing-masing punya alibi kuat. Philip bahkan dijamin oleh ayah mertuanya sendiri dengan kesaksian yang kuat -walau diduga palsu- bahwa ia tengah bersamanya. Sementara Vincent yang didapati tergeletak di samping mayat dengan tangan terborgol dengan korban tak bisa mengelak. Ia dijadikan tersangka dengan ancaman hukuman mati.

Tetapi cerita tak berhenti di situ. Karena kemudian Chris kembali ke “the loft” dan bertemu dengan Luke. Di sana, ia mengkonfrontir sahabatnya, terutama karena ia mendapati catatan bunuh diri di secari kertas notes hilang. Keduanya lantas berkelahi, setelah Luke mengakui ialah yang pertama kali memberikan insulin over-dosis kepada Sarah. Tetapi karena tak mati, maka Philip lantas menuntaskannya dengan menyembelih urat nadinya. Luke lantas bunuh diri dengan terjun dari balkon setelah menitipkan keluarganya kepada Chris.

Di epilog cerita, dikisahkan enam bulan kemudian Mimi dan Marty kembali bersatu setelah sempat berpisah. Philip ditangkap dan didakwa sebagai pembantai manusia. Chris bercerai dan di satu kesempatan bertemu dengan Ann. Ann pun mengajak Chris untuk minum bersamanya satu saat.

 

 

 

One Response so far.

Leave a Reply