Resensi Film-Bhayu MH

The Pursuit of Happyness

Year : 2006 Director : Gabriele Muccino Running Time : 117 mins. Genre : , , , , , ,
Movie review score
4/5

Ini adalah salah satu film favorit saya. Di saat sedang down menghadapi kerasnya hidup, saya akan menyendiri dan menonton film yang diangkat dari kisah hidup Chris Gardner ini. Nama ini adalah seorang lelaki Afro-Amerika yang berhasil merubah nasibnya dari seorang miskin menjadi pemilik firma investasi terkemuka yang kaya-raya.

Perjalanan hidupnya tidak mulus, bahkan bertahun-tahun dalam derita. Hingga Linda istrinya sendiri meninggalkannya untuk berjuang bersama anaknya Christopher. Chris Gardner berupaya mencari penghidupan yang lebih baik setelah salah melakukan investasi pada alat pemindai kepadatan tulang buatan National Osteo. Alat itu memang canggih di masanya –tahun 1980-an-, tapi banyak dokter menilainya sebagai “kemewahan yang tak diperlukan”.

Kisah dimulai di San Fransisco tahun 1981. Chris sudah lama tak berhasil menjual satu pun alat kedokteran tadi. Istrinya sudah kerja dua giliran di tempat laundry. Sampai satu ketika Chris bertemu seseorang yang mengendarai mobil sport dan bertanya 2 pertanyaan, “ apa pekerjaannya dan bagaimana dia melakukannya.” Orang itu menjawab, dia pialang saham. Karena Chris tak kuliah, ia bertanya apakah perlu kuliah untuk bekerja sebagai pialang. Orang itu menjawab tidak. Hanya perlu pandai berhitung dan menghadapi orang.

Chris akhirnya menemui Tim Broke di kantor pialang saham. Namun, saat ia sedang bicara, pemindai yang dititipkannya pada seorang gadis hippie dibawa lari. Ia pun terpaksa mengejarnya. Keberuntungan Chris berubah ketika ia bersikeras mencegat JayTwistle dan mengantarkan sendiri lamarannya. Setelah melalui perjuangan panjang saat harus bekerja magang tanpa gaji, akhirnya Chris diterima bekerja di firma Dean Witter Reynolds. Meski itu belum otomatis mengubah hidupnya, namun jalan baru telah terbuka. Dan Chris terus mengejar kebahagiaan dirinya demi anaknya. Hidupnya baru berubah ketika ia berhasil menemui Walter Ribbon, CEO Pension Fund Pac Bell. Inilah client pertamanya yang sekaligus juga besar. Kelak, ia jadi partner di perusahaan itu. Dan setelahnya mendirikan firma sendiri yaitu Gardner Rich pada tahun 1987. Pada tahun 2006, ia menjual saham minoritasnya di firma pialangnya dalam kesepakatan jutaan dollar A.S.

Oh ya, judul film ini memang “Pursuit of Happyness”, bukan salah tulis. Karena memang kata “Happyness” diambil dari tulisan di tempat penitipan anak milik Ny.Chu di film itu, yang memang salah eja (mustinya “Happiness”). Dan memang, membuat kita semua sadar, bahwa kebahagiaan itu harus dikejar. Dan sesulit apa pun tantangan hidup, kita tak boleh menyerah. Meski tak begitu sukses dari segi pemasaran, film ini sangat bagus dikoleksi bagi siapa pun yang menginginkan film berkualitas sebagai motivasi dalam hidup.

2 Responses so far.

  1. Avahn says:

    Film yg bagus…..saya sgt terharu ketika chris hrs bercanda dg anaknya agar mau tidur di sebuah toilet stasiun kereta dan menahan pintu dg badannya agar tidak ada yg masuk kedalam toilet sembari memeluk anaknya.
    Wajib di tonton utk keluarga!

  2. Avahn says:

    Film yg bagus…..saya sgt terharu ketika chris hrs bercanda dg anaknya agar tdk takut tidur di sebuah toilet stasiun kereta dan menahan pintu dg badannya agar tidak ada yg masuk kedalam toilet sembari memeluk anaknya.
    Wajib di tonton utk keluarga!

Leave a Reply