Resensi Film-Bhayu MH

Unstoppable

Year : 2010 Director : Tony Scott Running Time : 98 mins. Genre : , , , , , , ,
Movie review score
4/5

Menegangkan dari awal hingga akhir. Film ini menawarkan sensasi dan cerita yang jarang diangkat ke layar lebar. Di awal film, ada tulisan “inspired by true story”, tapi tidak jelas apakah kejadian di film ini benar-benar nyata. Bagi saya, apa yang menarik adalah film ini menghadirkan cerita tentang pekerja kereta api yang jarang kita saksikan.

Dibintangi oleh Denzel Washington sebagai Frank Barnes, seorang masinis veteran –di AS disebut insinyur- yang telah berpengalaman 28 tahun. Suatu hari yang cerah,di poolnya Fuller Yard di utara Pennsylvania,ia kedatangan seorang pegawai baru beranma Will Colson. Will ini baru saja lulus dari akademi kereta api dan akan menjadi asisten atau kondekturnya.

Sementara itu, di pool lain di bagian selatan kota tersebut, dua orang pegawai lain bernama Dewey dan Gilleece masih menikmati sarapannya. Ketika dikontak dengan handy-talky oleh menara pengawas, barulah mereka bekerja. Di sinilah masalah dimulai. Saat Dewey bertindak sebagai masinis, keduanya menyadari rel belum dipindah ke jalur yang tepat. Dewey malah turun dari lokomotif dan mencoba memindah sendiri jalur itu. Kereta yang diset ke otomatis anehnya tiba-tiba berpindah sendiri kontrolnya. Dewey gagal naik ke atas lokomotif dan akibatnya rangkaian kereta api itu bernomor 777 itu berjalan tanpa ada masinisnya. Di dunia perkeretapian AS itu disebut “coaster”.

Tentu saja itu berbahaya, apalagi KA itu ternyata memuat bahan kimia berbahaya bernama molten phenol. Bila sampai meledak, maka akibatnya akan seperti bom. Aparat pun panik. Kota demi kota yang menjadi jalur perlintasan KA itu dievakuasi.

Beberapa cara menghentikan KA diterapkan. Mulai dari yang sederhana seperti menggunakan mobil SUV yang berjalan sejajar dan mencoba naik ke atas lokomotif hingga mencoba memperlambat laju kereta dengan menempatkan lokomotif di depannya. Tapi usaha itu malah menyebabkan sang masinis yang mencoba menghentikannya –Judd Stewart yang telah berpengalaman 26 tahun- tewas. Seorang mantan marinir bernama Ryan Scott yang kini bekerja di AWVR –pemilik rangkaian KA itu- pun cedera saat coba diturunkan dari helikopter.

Akhirnya kereta 1206 yang dikendalikan Frank berpapasan dengan “coaster” tadi. Dan sang masinis memutuskan mencoba cara lain. Mengejar rangkaian KA tanpa masinis itu dari belakang dan mencoba menghentikannya. Drama dibumbui Frank yang disunguti anak perempuannya Nicole karena pulang terlambat saat putrinya berulangtahun. Sementara Will dalam proses pengadilan karena dianggap mengancam polisi yang diduganya selingkuhan istrinya. Sehingga istrinya tidak terima dan menolak berkomunikasi dengannya. Artinya, keduanya sedang dalam masalah keluarga. Tapi pemberitaan televisi yang menyiarkan langsung aksi kepahlawanan mereka berdua membuat keluarganya kembali simpati.

Masalahnya, akankah keduanya berhasil menghentikan “coaster” berkecepatan tinggi itu? Karena bila tidak, di Pennsylvania ada tikungan maut yang akan menyebabkan kereta terguling. Selain karena ada bahan kimia berbahaya yang diangkut, di tikungan itu juga ada pool penampung bahan bakar. Sangat berbahaya bila meledak karena bisa mengakibatkan seisi kota terkena dampaknya.

Bagi saya, film ini menarik, walau kurang mendapatkan sambutan di negeri asalnya. Pasalnya, banyak hal baru yang bisa diambil, terutama mengenai dunia perkereta apian. Penonton jadi tahu bahwa dalam pekerjaan tersebut banyak detail yang tidak boleh salah. Karena nyawa orang taruhannya. Tentu saja, jangan bandingkan dengan di sini karena nyawa manusia masih dianggap murah.

 

2 Responses so far.

  1. Fredy WP says:

    saya juga punya resensi nih film. yuk cekidot, gan.
    Resensi Unstoppable

Leave a Reply to Bhayu Mahendra