Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/resensib/public_html/wp-content/plugins/seo-ultimate/modules/class.su-module.php on line 1195
Resident Evil: Apocalypse | Resensi Film-Bhayu MH

Resensi Film-Bhayu MH

Resident Evil: Apocalypse

Year : 2004 Director : Alexander Witt Running Time : 96 mins. Genre : , , , , , , , ,
Movie review score
4/5

Jalan Cerita

Kisah dibuka dengan kilas balik (flash back) sekuel film sebelumnya. Alice –jagoan wanita di film ini- mengisahkan bagaimana ia mendapati bahwa The Hive -fasilitas penelitian milik Umbrella Corporation- telah terkontaminasi. Virus-T menyebabkan para pegawai bermutasi menjadi zombie. Ia dan Matt berhasil meloloskan diri dari The Hive. Namun Matt yang terinfeksi karena sempat digigit zombie ditangkap. Ada suara yang mengatakan ia akan diikutkan dalam program “Nemesis” yang misterius.

Tampak televisi mengetengahkan acara normal sehari-hari dari Raccoon City. Pembawa acaranya adalah Terri Morales. Host TV ini nantinya akan berperan lebih lanjut. Kamera lantas mengarah ke bawah tanah kota Raccoon, dimana Umbrella Corporation merasa perlu mengirimkan tim untuk membuka The Hive. Sayangnya mereka tidak berhati-hati sehingga para zombie yang terkontaminasi virus T malah menyerang dan bisa keluar ke Raccoon City.

Tak lama kemudian, serombongan mobil SUV hitam memasuki Jembatan Ravens, pintu masuk ke Raccoon City. Mereka mendatangi beberapa rumah ilmuwan Umbrella Corporation dan menjemput mereka. Sayangnya, salah satu mobil yang menjemput Angela –putri Dr. Charles Ashford- dari SMP-nya tertabrak truk sehingga gagal sampai di tujuan. Padahal, Dr. Charles adalah ilmuwan level 6 –akses tertinggi- Umbrella Corporation, yang sekaligus penemu virus T.

13 jam kemudian, di rumahnya, Letnan Jill Valentine bersiap-siap berangkat ke kantor polisi. Sambil memakai sepatu, ia mendengarkan radio polisi dan berita televisi tentang terjadinya serangan. Para zombie dari The Hive sudah berhasil naik permukaan Raccoon City. Sesampainya di kantor RPD (Raccoon Police Departement), ia menembaki kepala para zombie dan meminta semua untuk melakukan evakuasi.

Program pembiusan Alice dinon-aktifkan oleh seorang staf Umbrella Corporation. Ia terbangun di Rumah Sakit Raccoon City yang telah ditinggalkan. Ketika ia keluar dari gedung, kondisi kota sudah berantakan. Ia mengambil satu unit shotgun dari mobil polisi yang sudah tak ada petugasnya. Pikirannya terus terganggu oleh bayangan operasi terhadap dirinya.

Di atas Raccoon City, pasukan Umbrella yang berada di helikopter melihat seorang wanita sedang dikejar banyak zombie. Carlos Oliveira bersama beberapa anggota Special Tactics And Rescue Squad (S.T.A.R.S.) turun dari helikopter mencoba menyelamatkannya, tapi wanita yang sudah tergigit ini malah terjun dari atap gedung.

Di gerbang kota, militer menyegel gerbang kota. Atas perintah Timothy Cain, supervisor Umbrella dan Kepala Operasi Kontaminasi Raccoon City, para penduduk diminta kembali ke rumah. Itu setelah ia melihat ada warga terkontaminasi berubah menjadi zombie dan menggigit Sersan Peyton Wells, sebelum ditembak oleh Letnan Jill Valentine.

Dr. Ashford yang sudah berada di kamp di luar kota baru diberitahu kalau putrinya tidak sampai. Timothy menolak mencari putrinya walau Ashford juga menolak pergi bila tak ada putrinya. Ilmuwan ini lalu mencari cara untuk mencari putrinya. Ia menyusup masuk ke sistem Umbrella  Netlink dan mengaktifkan Personnel Locator. Dari sana ia bisa mengetahui posisi putrinya yang bersembunyi di sekolahnya. Dengan cara yang sama ia mengontak Alice yang cuma mengenakan jubah mandi tapi membawa shotgun. Alice kemudian masuk ke sebuah toko senjata, berganti baju dan mengambil logistik senjata dan amunisi. Ashford juga mengidentifikasi di gereja Ravens Gate ada Jill dan Peyton yang sedang bersama Terri Morales.

Di dalam gereja, sudah ada orang yang bersembunyi dan berusaha mengusir mereka. Tapi kemudian berhasil ditenangkan oleh Peyton yang masih berseragam polisi. Saat berkeliling memeriksa di dalam gereja, Jill menemukan seorang pastor yang memberi makan adiknya yang sudah jadi zombie dengan daging manusia lain. Tanpa diduga, adiknya berhasil lepas dari ikatan dan memangsa kakaknya sendiri. Tiga orang lainnya yang tinggal di dalam gereja juga ikut memeriksa situasi. Saat membuka pintu samping gereja, mereka terkejut banyak zombie di sana. Tapi mereka lebih terkejut saat melihat ada makhluk yang bisa merayap dan bergerak cepat di dinding-dinding gereja. Makhluk-makhluk itu bernama Lickers, dan membunuh pria yang bersembunyi di dalam gereja sebelum mereka bertiga. Peyton menghitung ada 3 Lickers, ia dan Jill berhasil membunuh 1. Namun mereka kehabisan peluru. Di saat genting itulah masuk Alice melalui jendela gereja dengan mengendarai motor. Sendirian, ia membunuh 2 Lickers tersisa.

Di dalam kota, LJ berkendara sendirian sambil menabraki zombie. Tapi mobilnya kemudian menabrak karena meleng berpaling melihat pelacur bertelanjang dada yang sudah jadi zombie. Oliveira dan timnya bergabung bersama anggota kepolisian untuk melawan para zombie. Tapi mereka kalah jumlah sehingga terpaksa lari. Dr. Ashford juga mendeteksi keberadaan Carlos.

Jill, Peyton, Alice dan Terri keluar dari gereja dan lari ke kuburan. Tapi saat di sana, malah mayat-mayat di dalam tanah hidup kembali dan mereka terpaksa lari lagi. Di laboratorium Umbrella Corporation, program Nemesis diaktifkan. Oliveira dan Nicholai melihat helikopter Umbrella menurunkan logistik di salah satu gedung. Tapi saat tiba di sana, kotaknya sudah kosong dan mereka mengenalinya sebagai wadah senjata berat. Salah satu rekannya bernama Yuri terinfeksi dan sempat menggigit Carlos sebelum tewas ditembak.

Di satu restoran, sniper –penembak jitu- S.T.A.R.S. menembaki zombie dari atap gedung. LJ yang berjalan kaki menemui mereka, ternyata di dalam ada 12 anggota pasukan lain. Nemesis mendekati mereka dan ditembaki oleh sniper, tapi ia mengeluarkan bazooka dan membunuhnya. Timothy mengubah protokol Nemesis sehingga dengan senjata mesin beratnya ia membunuih seluruh anggota S.T.A.R.S.. LJ selamat karena dideteksi sebagai orang sipil.

Jill dan tiga rekannya yang berjalan kaki dihubungi Ashford melalui telepon umum. Ia meminta mereka untuk menyelamatkan putrinya dan berjanji akan mengirimkan helikopter untuk membawa mereka keluar kota. Peyton sempat tidak setuju membantu, tapi Alice mengingatkan bahwa pada pagi hari Raccoon City akan dimusnahkan dengan bom nuklir.

Saat akan berjalan menuju ke sekolah, mereka bertemu dengan Nemesis. Peyton tertembak. Sementara Alice menyadari bahwa itu adalah Nemesis segera menghadapinya. Dua superhuman itu pun berhadapan untuk pertama kalinya. Alice terdesak karena kalah kualitas persenjataan dan terpaksa lari. Ia terpisah dari Jill dan Terri yang terpaksa berhadapan dengan Peyton yang berubah jadi zombie.

Sementara itu, Dr. Ashford terus  memonitor keberadaan Angela melalui CCTV. Di saat itu, Jill dan Terri yang sudah bergabung dengan L.J. tiba di SMP Raccoon City. Di halaman mereka melihat ada mobil K-9 milik polisi dengan sangkar anjing yang sudah koyak. L.J. bertemu dengan Oliveira. Mereka berdua baru menyadari Dr. Ashford sama-sama meminta mereka datang. Karena mereka berpencar, Terri tewas terjebak di ruangan penuh murid SMP yang sudah berubah jadi zombie. Tak lama kemudian, Jill menemukan Angela yang meminta dipanggil Angie. Mereka masuk ke ruangan dimana banyak anjing K-9 yang sudah jadi zombie. Saat terdesak, Nicholai menyelamatkan mereka, tapi ia sendiri kemudian tergigit anjing dan tewas. Terdesak, Jill dan Angie akhirnya diselamatkan Alice.

Angie bercerita awal muasal penemuan virus T yang dimaksudkan untuk menyembuhkan dirinya yang lumpuh. Angie sendiri terinfeksi, tapi ia membawa anti virus buatan ayahnya.

Jill pun kemudian menghubungi Dr. Ashford mengabarkan mereka sudah menemukan Angie. Sayangnya komunikasi mereka diputus Timothy. Namun, mereka tidak tahu dan tetap menuju lokasi penjemputan di atap sebuah gedung. Saat sedang menuju ke sana, seorang sniper berusaha menembak mereka, tapi dicegah Alice. Sepasukan militer Umbrella juga menyerang, tapi dapat dikalahkan Alice sendirian. Ia pun mengamankan posisi helikopter saat Jill, Oliveira, LJ dan Angie tiba.

Saat sudah di dalam helikopter, ternyata mereka sudah ditunggu Timothy yang menyandera Angie. Jill dan Oliveira di luar sudah ditangkap oleh pasukan yang lain. Timothy ternyata bermaksud mengadu Alice melawan Nemesis supaya berkelahi tangan kosong. Ia menembak mati Dr. Ashford karena Alice sempat menolak.

Pertarungan dimulai, dan akhirnya Nemesis kalah. Tapi Alice menolak membunuhnya karena sadar itu adalah Matt. Ia mencoba menyadarkannya. Nemesis pun teringat kembali identitas aslinya dan berbalik melawan pasukan Umbrella Corporation. Oliveira dan Jill pun berhasil memotong zip-tie dan bersama Alice mereka baku-tembak. Alice ditembaki dari helikopter. Tapi Nemesis menolongnya dengan menembakkan RPG (Rocket Propeller Grenade). Ledakan helikopter menyebarkan pecahannya dan menewaskan Nemesis serta melukai Alice. Mereka lantas menuju helikopter yang dipiloti LJ seraya melempar Timothy turun. Para zombie mendekat dan ia pun dimangsa, pertama kali digigit oleh Dr. Ashford.

Saat helikopter mengudara, ledakan bom nuklir menghempaskan mereka. Alice terkena potongan besi saat mencoba menyelamatkan Angie. Mereka jatuh di pegunungan Arklay, namun hanya mayat Alice yang ditemukan.

Dalam epilog, video yang direkam Terri Morales disebarkan. Akan tetapi segera dibantah oleh Umbrella Corporation yang menyatakan terjadi kebocoran reaktor nuklir sehingga meledak. Jill dan Oliveira malah dianggap bersalah dan dijadikan buronan. Tiga pekan setelahnya, tubuh Alice tampak dalam sebuah incubator dan diajak berkomunikasi oleh Dr. Isaacs. Ia disadarkan namun ingatannya dihapus sehingga seperti anak kecil lagi. Tanpa diduga, ia berhasil memulihkan diri dan semua ingatannya kembali. Alice menyerang staf laboratorium dan kabur. Saat seorang staf mengamati CCTV, Alice yang kini memiliki kemampuan tele-kinetik membuatnya berdarah. Tapi saat di luar gedung, ia dikepung pasukan Umbrella Corporation. Tepat saat itu, Oliveira, L.J. dan Jill tiba dengan menyamar sebagai petugas Umbrella Corporation dan menjemput Alice. Di dalam mobil, ternyata ada Angie. Mereka dibiarkan pergi namun programnya Alice diaktifkan secara remote dari jauh oleh Dr. Isaacs.

Kritik Film

Saya penggemar video game seri ini. Maka, semenjak diangkat ke layar lebar pada 2002, saya selalu menanti kelanjutan seri filmnya. Sulit bagi seorang fans untuk menuliskan ulasan tanpa memihak. Jadi, secara umum saya sudah suka duluan pada flim ini.

Akan tetapi, tetap ada beberapa ‘lubang’ yang saya lihat. Misalnya bagaimana L.J. yang semula berada di sebuah restoran bersama anggota S.T.A.R.S. tiba-tiba bisa bergabung dengan Jill dan Terri di gereja. Tentu saja kelemahan paling besar adalah karakterisasi yang sama sekali tidak kuat. L.J. saja tidak jelas asal-usulnya namun kok tiba-tiba bergabung sebagai protagonis. Hanya saja, semua itu tertutupi oleh benang merah cerita yang kuat sekali. Karena memang inti dari film ini sama seperti video game-nya, yaitu bagaimana bertahan hidup dengan mengalahkan zombie-zombie. Penonton cuma kudu ngarti kalo isinya film ini ya dar-der-dor dan bak-bik-buk melawan mayat hidup. Itu thok.

Tentu saja kelemahan logika lain serupa dengan video game-nya. Seperti misalnya kenapa virus-T cuma menginfeksi binatang tertentu seperti anjing saja. Dan kenapa pula ia malah bisa membangkitkan mayat yang sudah dikubur. Kalau membuat orang hidup bermutasi sih masih bisa diterima akal deh. Tapi logika dasar zombie menurut saya sudah ngaco. Karena kalau manusia hidup yang digigit zombie lantas jadi zombie juga, bukankah dengan cepat ‘stok’ manusia akan habis? Lalu, zombie makan apa dong?

Toh, film ini tetap asyik dinikmati karena satu hal: jagoan pasti menang. Jadi, penonton tidak melihat zombie sebagai horror yang menakutkan, tapi justru bak ilalang yang dengan mudah ditebasi.

Leave a Reply